Pemberdayaan Masjid

Peringatan : Tulisan ini panjang jadi kalau bosen atau tidak mau membaca tulisan ini sebaiknya langsung aja datang di Acara Hari Ahad ya? Insya Allah lebih lengkap 😀

————————–————————–—-
Karena hidup saya sering muter-muter mengukur jalanan kota Semarang, seringkali saya harus menemui waktu sholat ketika sedang berkendara. Sehingga banyak Masjid yang sudah saya kunjungi. Setelah atau sebelum waktu sholat saya gunakan untuk membaca pengumuman.

Bagian paling membuat saya sedih adalah membaca Saldo Mesjid. Bukan karena saldonya sedikit, justru karena saldonya yang teramat banyak. Saya sedih kalau melihat Masjid dengan Saldo yang teramat banyak. Lebih menyakitkan lagi jika Masjidnya saldo banyak tapi tetangga/penduduk sekitar masjid masih kekurangan. Saldo banyak berarti kurangnya program pemberdayaan/kegiatan masjid. Ujung-ujungnya “pembangunan Fisik Masjid”.

Kalau Saldo Masjid Rp. 0 , Insya Allah justru akan membuat Jamaah semangat untuk berinfak dan Shodaqoh.

————————–————————–——————
Ketika sedang mencari Informasi mengenai program pemberdayaan masjid, saya menemukan sebuah tulisan dari Ustadz Salim Fillah.
Mengenai sebuah, Masjid Jogokariyan, yang terletak di tengah-tengah kampung Jogokariyan, Mantrijeron, Yogyakarta. Masjid ini menjadi tempat inspirasi bagi 4 RW yang ada disekitarnya. Saldo kas Masjid Jgokaryan hampir selalu Rp. 0 (nol) karena digunakan untuk pembiayaan kegiatan umat. Bukan hanya itu, jumlah Jamaah sholat 5 waktu di masjid Jogokaryan juga selalu membludak seperti halnya Sholat Jumat. Menarik Juga ini, kira-kira apa ya yg membuat Masjid ini bisa seperti itu ?

1. Memilik Data Base Warga

Setiap tahun masjid Jogokariyan memiliki program Sensus Masjid yang bertujuan untuk mendata jamaahnya dan sebagai informasi awal kegiatan.

Data Base dan Peta Da’wah *Masjid Jogokariyan Yogyakartfiikum hanya mencakup : Nama KK dan warga, Pendapatan, Pendidikan dan lain-lain, tetapi juga sampai kepada :
– Siapa saja yang sholat & yang belum sholat.
– Yang sholat di Masjid & yang belum sholat di Masjid.
– Yang sudah berzakat atau yg belum.
– Yang sudah ber-qurban atau yg belum ber-qurban.
– Yang aktif mengikuti kegiatan masjid atau yang belum.
– Yang berkemampuan di bidang apa dan bekerja di mana.

Dari Data Base diatas kita bisa tahub Bahwa dari 1030 KK (4000-an penduduk sekitar masjid) yg belum sholat tahun 2010 ada 17 orang Lalu bila dibandingkan dengan data tahun 2000 yang belum sholat 127 orang.
Dari sinilah perkembangan Da’wah selama 10 tahun terlihat.

Data jamaah juga digunakan tuk Gerakan shubuh Berjamaah.
Pada tahun 2004 dibuat Undangan Cetak layaknya Undangan Pernikahan tuk Gerakan Shubuh…
By name…
UNDANGAN :
Mengharap kehadiran
Bapak/Ibu/Saudara…
dalam acara Sholat Shubuh Berjamaah, besok pukul 04.15 WIB
di Masjid Jogokariyan.

Undangan itu dilengkapi hadis-hadis keutamaan Sholat Shubuh… hasilnya…??

Silahkan mampir ke Masjid Jogokariyan untuk merasakan Jamaah Shubuh yang hampir seperti Jamaah Sholat Jum’at.

2. Sistem Pendanaan Masjid

Masjid Jogokariyan juga berkomitmen tidak membuat unit Usaha agar tidak menyakiti jamaah yang juga memiliki bisnis serupa. ini harus dijaga, misalnya, tiap pekan Masjid Jogokariyan biasa menerima ratusan tamu, sehingga konsumsi untuk tamu diorderkan bergilir pada jamaah yang punya rumah makan.

Sistem keuangan Masjid Jogokariyan juga berbeda dari yg lain.
Jika ada Masjid mengumumkan dengan bangga bahwa saldo infaknya jutaan, maka Masjid Jogokariyan selalu berupaya keras agar di tiap pengumumaan saldo-infak harus sama dengan NOL Rupiah !
Infak itu ditunggu pahalanya tuk jadi amal sholih, bukan untuk disimpan di rekening Bank.

Sebab pengumuman infak jutaan akan sangat menyakitkan jika tetangga Masjid ada yang tak bisa ke Rumah Sakit sebab tak punya biaya atau tak bisa sekolah.

Masjid yang menyakiti Jamaah ialah tragedi da’wah…
Sehigga dengan pengumuman saldo infak sama dengan NOL Rupiah, maka jamaah lebih bersemangat mengamanahkan hartanya. Pun kalau saldo Masjid masih jutaan yaa maaf kalau malah membuat infak jamaahnya nggak semangat.

Masjid Jogokariyan pada tahun 2005 juga meng-inisiasi Gerakan Jamaah Mandiri yaitu : Jumlah biaya setahun dihitung dibagi 52…
ketemu biaya pekanan…
dibagi lagi dgn kapasitas masjid…
lalu ketemu biaya per-tempat sholat… Setelah itu disosialisasikan…
Kemudian Jamaah diberitahu bahwa jika dalam sepekan mereka ber-infak dengan jumlah “segitu” maka dia katagori Jamaah Mandiri…
Adapun jika berinfak lebih, maka dia termasuk Jamaah Pensubsidi…
Tetapi…
Jika dia tidak ber-infak atau berinfak kurang maka dia termasuk Jamaah di Subsidi…
Kemudian sosialisasi ditutup dengan kalimat :
”Doakan kami tetap mampu melayani ibadah anda sebaik-baiknya…”

Gerakan Jamaah Mandiri_ Alhamdulillah sukses menaikkan infak pekanan Masjid Jogokariyan hingga 400%..
Toh ternyata orang malu jika ia beribadah tapi disubsidi…

3. Sarana dan Prasarana Masjid

Wifi di Masjid Jogokariyan sudah dari tahun 2004 dan itu “gratis-tis”, sehingga Jamaah baik dari anak-anak maupun dewasa tdk perlu repot-repot ke WarNet yg sangat memungkinkan mereka untuk membuka situs yang bukan-bukan.

Kami juga menyediakan ruang olahraga atau bermain yang terdapat alat olahraga seperti tenis meja dan lain-lain, sehingga anak-anak atau remaja atau pemuda yang ingin bermain atau berolahraga di Jogokariyan bisa kerasan atau betah. Daripada “mereka” main atau ber-olahraga diluar masjid yang biasanya waktu mereka saat itu bertabrakan dengan waktu sholat.

4. Kartu Kesehatan dan Umroh Gratis Masjid Jogokariyan

Tiap kali renovasi Masjid. Takmir Masjid berupaya tak membebani jamaah dengan Proposal sebab Takmir hanya pasang spanduk : “Mohon maaf ibadah Anda terganggu, Masjid Jogokariyan sedang kami renovasi.” Nomor rekening tertera di bawahnya.

Sejak tahun 2005 Masjid Jogokariyan sudah menjalankan program Universal Conference Insurance dimana seluruh Jamaah Masjid bisa berobat di Rumah Sakit atau klinik manapun secara Gratis-tis dengan membawa Kartu Sehat Masjid Jogokariyan.

Dan kami juga biasa memberi hibah Umrah bagi jamaah yang betul-betul rutin Jamaah Sholat Shubuh di Masjid Jogokariyan.

5. Dokumentasi data dan Foto

Satu kisah lagi untuk menunjukkan pentingnya data dan dokumentasi yakni Masjid Jogokariyan punya foto pembangunannya di tahun 1967, gambarnya seorang Bapak sepuh berpeci hitam, berbaju batik, dan sarungan sedang mengawasi para tukang pengaduk semen untuk Masjid Jogokariyan.

Di tahun 2002/2003 Masjid Jogokariyan direnovasi besar-besaran kemudian foto itu dibawa kepada putra si kakek dalam gambar tersebut. Putranya seorang juragan kayu.
Kami katakan pada Putra kakek yang ada di foto tadi :
“Ini gambar Ayahanda Bapak ketika membangun Masjid Jogokariyan, kini Masjid sudah tak mampu lagi menampung Jamaah, sehingga kami bermaksud merenovasi masjid, Jika berkenan tuk melanjutkan amal jariyah Ayahanda Bapak, kami tunggu partisipasi bapak di Jogokariyan.

Alhamdulillah…
foto tua tahun 1967 itu membuat yang bersangkutan nyumbang 1 Miliar Rupiah dan mau menjadi Ketua Tim Pembangunan Masjid Jogokariyan sampai sekarang…Ajib…!!
Foto tua yg telah dibingkai indah itu ternyata “seharga” 1 Miliar.

————————–————————–—————-
Ingin tahu lebih banyak ?

Maka IKUTILAH!!!!
KAJIAN UMUM
Program Manajemen Masjid ” MEMBANGUN SHOLAT SUBUH SEPERTI SHOLAT JUM’AT”

GRATIS UNTUK UMUN

Catat tanggalnya, in syaa Alloh akan di laksanakan pada :
Hari / tanggal : Ahad / 25 Desember 2016
Waktu : 7.30 – 12.00 ( sholat dzuhur berjama’ah)
Tempat : Masjid Raya Candi Lama jl. Dr. Wahidin no 109
Bersama : 1. Ust H.M. JAZIR ASP ( Tokoh dibalik kesuksesan Masjid Jogokariyan- Yogyakarta.)
2. Ust Riyadh Ahmad ( pengasuh kajian Hikam)

Diselenggarakan Oleh : wisatahati dan Formis
Support bay : Griya Qur’an, DMI, IKADI, ACT, Lazisba, BBI, Nurul Hayat, Graha Sedekah, DoaQu, sarana group, ODOJ, MCI,BMH

Anda akan mendapatkan materi:
— Bagaimana umat terdahulu bangkit dimulai dari sholat subuh
— Mengembalikan Fungsi dan peran Masjid di dalam Masyarakat.
— Membangun Program untuk Memakmurkan Masjid.
— Potensi Pengembangan Masyarakat melalui Masjid.

Konfirmasi kehadiran :
Nama Lengkap # Domisili # nama masjid terdekat ( dari tempat tinggal ) # no telp
Kirim ke no : 0858 7625 3549
Atau 0856 4027 0966

INFORMASI-
Abdul Khafidz : 085 225 723 600

* bantu share risalah ini ..😊, Jazaakumullah Khoiron Katsiro

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *