Pantaskah kita kaya ?

Cukup kaget dapat SMS untuk Mengikuti Seminar yang menghadirkan Mas Prie GS dan mas Sandiaga Uno atas undangan mas Sasongko Adi Nugroho (The Sultan) di Hotel Dafam Semarang dalam rangka Musda HIPMI. Datang terlambat karena mesti ganti kaos dan sandal dengan Batik dan sepatu, acara sudah mulai cukup lama, tak apalah yang penting dapat ilmunya.

Salah satu yang cukup melekat di hati sampai saat ini adalah ketika mas Prie GS secara guyonan ngerjain mas Sandiaga dengan mengatakan bahwa mas Sandiaga ini terlalu kalem untuk menjadi orang kaya yang duitnya enggak ketadahan (Kaya banget). Kalau misalnya yang punya duit itu mas Prie, mas prie sendiri mengakui kalau bakalan jadi gila (setahu saya sekarang sudah,hehehehe). Setiap bakul bakmi jowo lewat mungkin akan di stop, dibeli, di bayar, dibuang mienya ke got karena saking nggak taunya duit yang banyak itu mau buat apa. Habis itu keliling-keliling untuk cari tukang bakmi yang lain. Juga pernah ada yang minta duit ber milyar-milyar, namun ketika ditanya duitnya mau buat apa, jawabnya bingung dan nggak tau. Hehehehe daripada semaput (pingsan) lihat duit semilyar atau bermilyar-milyar lebih baik nggak usah dikasih (jadi inget guyonan Srimulat).

Sebenarnya yang dikatakan mas Prie itu benar adanya dan tanpa sadar mungkin kita juga seperti itu. Banyak dari kita ingin kaya namun bisa dikatakan kita belum pantas, daripada kita ngejar bakul bakmi terus atau semaput terus, Allah pending (menunda) kita menjadi kaya sampai suatu saat kita sudah siap menjadi kaya (pakai banget). Tugas kita sebenarnya bukanlah mengejar kekayaan tapi berusaha memantaskan diri untuk menjadi kaya (sekali lagi pakai banget). Biarlah Allah yang meng-kaya-kan diri kita.

Cekap semanten. Matur nuwun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *