Merajut Ukhuwwah menuju khoiru Ummah

Hari kamis Jam 17.20 pas mau pulang ke rumah, saya dapat SMS dari mas Alfian untuk menghadiri dan membantu persiapan sebuah Talkshow bertemakan “Merajut ukhuwwah menuju khairu ummah” di Hotel Grasia Semarang pada hari Sabtu pagi jam 08.30. Wuihh, dalam hati saya sedikit terkejut, mendadak juga nih acaranya. No problem, sudah biasa “Mission is Possible”. Malam segera sms broadcast ke temen-temen seperjuangan, mohon maaf yang tidak terima sms dikarenakan mungkin tidak sampai dari service providernya atau saya yang kelewat nge inbox nya.

Jumat siang sebelum berangkat Sholat Jumat menyempatkan liat FB, ternyata ada tag Foto kegiatannya dari mas Alfian, luar biasa !!! Siap ndan, tapi karena terburu-buru jadi belum sempet tag foto. Tapi berhubung Jumat adalah hari sibuk saya….hehehehe…..jadi Habis Sahur hari Sabtu baru bisa nge-tag temen-temen di FB.

Alhamdulillah acara berlangsung dengan baik dan dibanjiri peserta sampai 240 orang, Subhanallah, 2 hari persiapan bisa ngumpulin segitu banyak. Dan banyak tamu-tamu penting yang hadir. Pak Kukrit Suryowicaksono, disela-sela kesibukannya yang luar biasa menyempatkan datang untuk memberikan sambutan, menurut beliau sudah memang selayaknya umat muslim bersatu dan maju secara ekonomi maupun teknologi.

Kayaknya dengan keterbatasan saya, tidak banyak yang bisa saya ceritakan. Selain itu tugas menjadi Tukang Foto dadakan juga membuat semakin tidak konsen sebagai peserta. Mungkin Pak Alwi (Bee Inspiring) sebagai Moderator bisa menjelaskan lebih baik. Tapi akan saya coba catat yang tercatat di kepala saya.

Suasana berlangsung dengan gayeng (santai), dengan 3 pembicara yang sudah sangat mumpuni yakni Ustadz Ainul Yaqin ( Hizbut Tahrir Indonesia),  Ustadz Annas ( Nadhlatul Ulama), Bp. Tafsir (Muhammadiyah) dengan Ustadz Sarjuni sebagai Host.

Pada kesempatan pertama Ustadz Ainul membahas mengenai kebangkitan umat muslim. Bahwa Umat Muslim sudah saatnya untuk bercita-cita dan berusaha untuk kembali memimpin dunia, dengan tujuan untuk mensejahterakan umat manusia. Hal ini bisa dicapai dengan cara menelusuri kembali cara-cara umat muslim dahulu bisa menguasai dunia dan di selaraskan dengan kondisi yang ada saat ini. Salah satunya adalah dengan sistem Khalifah, hanya dengan sistem yang sesuai syariah sajalah kita (umat muslim) bisa bangkit. Tidak bisa dengan sistem kapitalis sekuler, tidak mungkin kita bisa mengharapkan buah yang baik (syariah) jika pohon yang ditanam mempunyai akar kapitalis sekuler. Pertanyaannya adalah apakah kita sudah berusaha untuk memakai sistem yang syariah?  Kita tidak bisa memisahkan antara orang yang baik dan sistem yang baik. Orang yang baik akan menghasilkan sistem yang baik. Jika sekarang negara ini (Indonesia)mempunyai sistem yang jelek maka bisa dipastikan akan menghasilkan koruptor, karena sistem itupun di buat oleh para koruptor !!! Sehingga mereka akan membuat peraturan dimana mereka bisa memanfaatkan celah-celah peraturan untuk kepentingannya sendiri. Jika diibaratkan, kondisi saat ini bukan lagi Amar Ma’ruf Nahi Munkar tapi Amar Ma’ruf nyambi Munkar…hehehehe…

Banyak sekali para penguasa  yang mengajak ke kebaikan namun tingkah lakunya tidak membawa ke kebaikan. Jaka sembung naik Honda….Nggak nyambung nda…..(ustadznya mbanyol tenan). Ngajak berantas korupsi tapi malah korupsi. Kalau ulama istilahnya ustadz atau Kyai Jarkoni, iso ujar ora iso nglakoni (bisa ngomong tapi nggak bisa melakukan).

Sementara itu Bp. Tafsir (Muhammadiyah) menambahkan bahwa Islam adalah pakaian yang terbaik dan terbagus namun yang memakaipun harus baik dan bagus (akhlaknya). Di Indonesia banyak Organisasi keagamaan (muslim), komunitas dan lainnya di Indonesia, semuanya membawa cita-cita mensejahterakan umat walaupun dengan cara-cara yang berbeda, sebagai contoh Muhammadiyah, dimana memfokuskan di area Pendidikan dan Kesehatan, sehingga dimana-mana, Muhammadiyah mendirikan Rumah Sakit dan Sekolah. Namun karena saat ini sudah banyak sekolah dan Rumah sakit, Muhammadiyah mulai melirik dan memfokuskan ke area ekonomi untuk pemberdayaan ekonomi umat. Selain itu kita juga jangan hanya fokus di Indonesia ataupun Asia saja, jika memang menginginkan kejayaan umat Islam, segera Islamkan Eropa !!! Jika di Indonesia atau Asia kita resah dengan kristenisasi karena kemiskinan dan kebodohan, jangan takut ! mereka juga takut kok dengan Islamisasi dengan cara yang Ramah dan Santun, dengan cara intelektual, karena banyak kebenaran dalam Al Quran (Islam) yang bisa dibuktikan dengan science (Ilmu Pengetahuan).

Pada kesempatan terakhir Ustadz Annas (NU) menghimbau agar kita benar-benar menjadi umat terbaik yang menjadi ahli sorga yang sebenarnya, Hidup sejahtera dan mulia di dunia dan akhirat. Umat yang sejahtera bisa dicapai jika orang yang mempunyai kuasa mampu menggunakan kekuasaannya untuk berbuat baik dan menghentikan keburukan yang terjadi. Jika pemimpin atau penguasa diam saja, tidak berusaha berbuat baik dan menghentikan suatu keburukan, maka dia juga menanggung dosa dari keburukan yang terjadi. Khoiru ummah dapat tercapai jika kita sudah beriman dan beramal sholeh. Saling bahu membahu menolong Agama Allah, maka Allah akan menolong kita. Jika sampai sekarang kita mendapat pemimpin yang korup bisa jadi karena selama ini kita memang belum istiqomah dalam beriman dan beramal sholeh. Jika wakil atau pemimpin rakyat sudah buruk akan menghasilkan peraturan dan sistem yang buruk. Tapi tanyakan pada diri kita yang memilihnya….jangan-jangan kita sendiri selama ini lebih banyak melakukan sholawat rupiah !!!!

Mohon maaf yang sebesar-besarnya jika ada salah kata dan salah catat mengingat keterbatasan saya sebagai manusia. Kata Ustadz-ustadz tadi, salah nggak apa-apa yang penting Jujur. Jangan sampai bohong nggak apa-apa yang penting bener….hehehehe…amit-amit jabang politikus.

Ayo jangan menyerah !!! wujudkan  Ukhuwwah Islamiyah menuju Khoiru Ummah. Acara ini mungkin baru batu pijakan pertama menuju cita-cita yang lebih besar. Semoga dilanjutkan dengan acara serupa yang didalamnya membahas hal yang lebih riil secara teknis pelaksanaannya. Bola Salju telah digulirkan, ayo bersama-sama membangun umat. Ambil bagian didalamnya…agar pada hari pembalasan kelak kita bisa mempertanggungjawabkan tugas kita sebagai Khalifah di Bumi !!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *