Membentuk Tim Sales yang Handal

Penjualan adalah ujung tombak sebuah perusahaan, tanpa penjualan tidak mungkin perusahaan hidup, kecuali perusahaan nirlaba atau tidak mencari keuntungan. Dibalik sebuah hasil penjualan yang bagus sesuai dengan omzet yang kita kehendaki ada sales-sales handal di belakangnya. Sales-sales yang siap berjihad melakukan Penjualan dengan baik untuk mencapai target dan bahkan melampaui target.

Tim sales yang handal mampu melakukan tugasnya tanpa harus dikejar-kejar oleh manajernya dan menunjukkan performa kinerja yang luar biasa. Wuih,asyiknya punya tim sales kayak gini, mau tahu aja atau mau tahu banget bagaimana membentuk tim sales yang handal ? hehehehehe

Sales

Berikut versi saya (sambil comot sana-sini dan berdasarkan pengalaman) membentuk tim sales :

1. Perekrutan

Adalah pondasi dari segala kegiatan menjual kita, tak peduli seberapa banyak sales anda jika pondasinya salah, ya harus mengulang dari awal. Kalo terlanjur nanti meloncat ke nomer dua juga bisa, walaupun hasilnya mungkin tidak sedahsyat jika dimulai dari awal perekrutan tim. Kita mulai talent scout kita :

Tanyakan motivasi calon sales, kenapa bergabung dengan kita ? Apakah hanya sekedar mengisi waktu daripada menganggur, atau untuk mencari pengalaman ataupun untuk mencari nafkah kebutuhan hidup bagi dirinya dan keluarga membantu orang tua atau adik-adiknya.

Motif yang terbaik adalah mereka yang bekerja untuk membangun karier menjadi orang penting di perusahaan, mencapai tingkat yang tinggi sebagai manajer atau direktur bahkan pimpinan tertinggi perusahaan. Orang seperti ini punya ambisi, biasanya dalam bekerja akan sungguh-sungguh, ngotot, tidak asal-asalan.

Yang pasti jangan merekrut orang yang hanya mengisi waktu luang. Serta tanyakan pada mereka, apa yang diinginkan ? jika mereka ingin gaji pokok yang gede, saya curiga mereka malas hehehehe, kenapa ? sales yang handal dan percaya diri, tidak peduli gaji pokok mereka. Mereka mengharapkan reward atau sales fee yang gede dari penjualan mereka, tambah banyak yang mereka jual tambah banyak take home pay nya(uang yang mereka dapat). Jadi sebanding dengan yang mereka berikan ke perusahaan. Bahkan seringkali berlipat-lipat dari sekedar gaji pokok.

2. Pelatihan

Jika sudah punya Tim sales tapi pengin meningkatkan penjualan bisa membuat atau mengikuti pelatihan atau diikutkan seminar-seminar. Pelatihan meliputi pengetahuan tentang perusahaan, produk dan gambaran umum tentang persaingan, juga teknik keterampilan cara menawarkan dan menjual serta berhubungan dengan pelanggan termasuk menanggulangi penolakan.Dan yang terpenting, adalah teknik closing penjualan !

Jika memungkinkan, dapat juga mengundang pembicara-pembicara motivator yang terkenal baik yang fokus di penjualan maupun yang bersifat umum dalam rangka menggali dan mendorong calon penjual untuk menjadi seorang berprestasi dan unggul. Selain itu bisa diikutkan komunitas-komunitas agar bisa mendorong penjualan ataupun  peningkatan diri. Di Indonesia mungkin tim sales anda bisa bergabung di KOMISI ( Komunitas Sales Indonesia ) yang telah berdiri di beberapa tempat/wilayah.

Pelatihan tidak cukup dengan class-room trainingakan tetapi juga dalam simulasi dan role-play. On-the-job training juga perlu dilakukan setelah yang bersangkutan diterima. Selain sebagai individu juga dididik sebagai anggota atau bagian dari sebuah tim dalam teknik-teknik team-dynamics (dinamika tim, interaksi, saling mengisi).

3. Perencanaan penjualan dan pendampingan

Anda mempunyai tim sales yang handal tanpa perencanaan sama saja buang duit. Sama saja berperang tanpa strategi. Rencanakan penjualan dengan baik, termasuk segmentasi dan target konsumen. Kemudian untuk tim sales yang baru, Dampingi !

Kenali secara langsung tim sales anda, eksploitasi kelebihan-kelebihan mereka untuk mencapai target yang sudah di tentukan. Beri pendekatan-pendekatan psikologis untuk memunculkan potensi terbaik tim sales anda.

4. Monitor dan evaluasi

Membuat laporan penjualan sama pentingnya dengan melakukan penjualan. Mintalah laporan tertulis dari kunjungan ke pelanggan. Bagaimana penerimaan dan penilaian mereka terhadap salesman atau saleswoman baru kita. Komentar baik saja tidak cukup, harus dibuktikan dengan hubungan yang baik dan order penjualan yang semakin meningkat. Evaluasi hasil laporan mereka, bahkan jika memungkinkan rubah rencana penjualan berdasarkan kondisi lapangan.

Rolling/rotasi tim sales anda ke wilayah lain (geografi) maupun domain lain (demografi). Itu diperlukan untuk menguji, memperlihatkan dan membuktikan mereka. Sales yang handal mampu membuktikan kemampuan menjualnya di tempat manapun.

5. Hadiah/Fee Penjualan

Tim sales ikut menentukan kemajuan perusahaan secara riil. Ingat penjualan tinggi, menjadikan perusahaan besar.

Oleh karena itu mereka perlu memperoleh penghargaan di samping kompensasi umum. Pujian dengan kata-kata saja tidak cukup. Penghargaan harus betul-betul berharga, baik secara materi maupun non-materi. Penghargaan diberikan kepada tim dan individu serta harus dapat dinikmati oleh keluarga mereka agar keluarga juga dapat menjadi pendorong bagi salesman atau saleswoman untuk berprestasi.

Penghargaan bisa berupa “sales of the month” dll yang tentunya disertai hadiah misalkan berlibur ke bali (dijemput di bandara ngurah rai) hehehehehe.

Dengan hadiah dan fee penjualan yang jelas, seorang sales maupun tim sales mempunyai target pribadi yang ingin mereka raih.

Mungkin itu tips dari (versi) saya, cekap semanten rumiyin. Mugi-mugi bermanfaat

5 thoughts on “Membentuk Tim Sales yang Handal

  1. Pingback: Membentuk Tim Sales yang Handal | KOMISI Jawa Tengah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *