Jurnal Umroh, Day 3, Ziarah di Kota Madinah

Hola, Sudah kangen dengan lanjutan ceritanya ya ? Maaf baru dilanjutkan karena kesibukan, Habis Umroh rejeki Alhamdulillah semakin tambah.  😀

pandangan umroh semarang

 

Kita mulai aja ya mas bro, Hari ke tiga saya masih di Madinah, Kota Rasulullah yang kita Cintai, Kota Kaum Anshor yang sangat luar biasa. Pukul 2 saya di bangunkan teman sekamar diajak untuk melaksanakan sholat Tahajud di Masjid Nabawi. Karena masih agak riyip2 saya minta di tinggal, setelah terkumpul nyawa baru saya berangkat sendirian ke Masjid Nabawi. Saya pakai jaket, karena walaupun malam di Madinah tidak dingin ( karena musim panas ), namun saya tahu AC di Masjid Madinah suangat dingin hehehehe dan saya tdk begitu tahan dingin 😀 .

Suasana 2/3 malam di Masjid Nabawi sangat terang benderang dan ramai, saya membayangkan jika di Indonesia ada suasana Tahajud yang sedemikian ramai, Pasti sekitarnya akan penuh keberkahan.Rugi mas bro kalo di Masjid Nabawi cuma sholat 5 waktu tok, tambahi sholat sunnah lainnya karena Shalat di Masjid Nabawi lebih utama seribu kali shalat daripada shalat di masjid lainnya kecuali masjidil Haram. Hal ini sesuai hadits bahwa Rasulullaah shallallaahu alaihi wa salam bersabda,” Satu shalat di masjdiku ini lebih utama daripada seribu shalat di masjid-masjid lainnya kecuali Masjidil Haram.“Hadits ini diriwayatkan oleh Muslim.

Setelah Sholat Subuh saya pulang ke Hotel untuk istirahat sebentar dan Sarapan pagi. Jam 07.30 kami menuju Bus di depan Hotel untuk memulai Ziarah Kota Madinah dan sekitarnya.

Masjid Quba

Masjid ini adalah masjid yang pertama kali dibangun oleh Rasulullah. Ketika Rasulullah SAW berhijrah dari Makkah ke Madinah, sahabat Ammar r.a mengusulkan untuk membangun tempat berteduh bagi sang Nabi di kampung Quba yang tadinya hanya terdiri atas hamparan kebun kurma.

Setiap hari Sabtu, Senin, dan Kamis, Rasulullah selalu mengunjungi masjid ini. Yaitu, masjid yang dibangun pertama kali dengan tangannya sendiri.

Shalat di masjid Quba memiliki keutamaan besar yaitu apabila seorang berwudhu di rumahnya lalu shalat di masjid Quba maka pahalanya menyerupai pahala umroh. Hal ini sebagaimana sabda beliau shalllallaahu alaihi wa salam yang artinya , ‘ Barangsiapa bersuci di rumahnya lalu datang ke Masjid Quba dan shalat di dalamnya, maka dia mendapat pahala seperti pahala umroh.’ Hadits ini diriwayatkan oleh Ahmad, Nasai, Ibn Majah, dan Hakim. Dia berkata sanadnya shahih.

Asyik khan mas Bro ? belum Umroh sudah dapat pahala umrah.

Dalam Alquran pun hal yang sama diungkapkan, tepatnya pada surah at-Taubah ayat 108. Dalam surat tersebut dijelaskan, “.… Sesungguhnya masjid yang didirikan atas dasar takwa (Masjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu shalat di dalamnya. Di dalam masjid itu ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bersih.”

Di sekitar Masjid banyak pedagang menjajakan aneka macam dagangan, seperti Kurma, Minyak Wangi, Pakaian, dsb. Walaupun di ingatkan oleh Muttowif untuk tidak berbelanja disini, namun bau wangi minyak yang ada membuat saya membeli beberapa botol minyak wangi buat oleh oleh. Hehehehe

Masjid Qiblatain

Artinya Masjid dengan 2kiblat, Maksud 2 kiblat di sini adalah pernah dalam 1 sholat, jamaahnya menghadap ke 2 kiblat.  Keunikan yang hanya terjadi satu kali waktu dan satu kali tempat sepanjang sejarah dunia. Jadi, pada awal perintah sholat (selepas Rasulullah ber-Isra Mi’raj) kiblatnya ke Baitul Maqdis (Masjidil Aqsa). Sekitar 17 bulan selepas Rasulullah berhijrah ke Madinah, turunlah ayat AlQuran yang memerintahkan berpindahnya kiblat ke Masjidil Haram (Ka’bah). Turunnya wahyu ayat tsb pas banget Rasulullah memimpin sholat di masjid satu ini. Di tengah-tengah sholat, Rasulullah “pindah haluan” dari arah Masjidil Aqsa (Palestina) ke arah Ka’bah (Mekkah).

Jabal Uhud

Gunung Uhud, disinilah saksi mata perang Uhud dimana paman Rasulullah  Hamzah bin Abdul Muthalib, gugur dan dimakamkan di bukit ini. Disinilah satu-satunya pertempuran dimana kaum Muslimin mengalami kekalahan. Dikarenakan tidak disiplinnya pasukan pemanah yg turun dari gunung walaupun sudah diperintahkan Rasulullah untuk tetap di puncak gunung apapun yg terjadi. Kaum muslimin di porak porandakan oleh panglima musuh yakni Khalid bin Walid yg nantinya akan memeluk Islam dan menjadi Panglima paling disegani.

Tidak banyak yang bisa saya ceritakan disini kecuali bahwa ternyata ada juga angkot di negeri Arab ini hehehehe…saya kira di Indonesia doang 😀

Kebun Kurma Madinah

Siang semakin terik di Madinah, saatnya mencari keteduhan di Kebun Kurma di Madinah 😀 ….adeeemmmm

Di sebelah Kebun Kurma yang adem, ada semacam toko yang menjualberbagai macam kurma, ada Kurma Ajwa (Kurma kesukaan Rasulullah), ada Kurma Sukari (kayak nama orang Indonesia ya ?) ada kurma muda (hmmmmm, banyak yg nitip jenis ini ternyata karena menurut cerita bisa untuk dimakan bagi yg belum punya momongan alias untuk kesuburan kandungan), ada kacang Arab, Kismis, Coklat dan lainnya.

Waktunya belanja nih, akhirnya membeli kurma Sukari sebanyak satu dus alias besar untuk oleh-oleh karena rasanya memang okey punya. Kalau Kurma Ajwa buat sendiri aja hehehe, maaf ya. Harga kedua kurma tersebut cukup lumayan, Kurma Sukari 1 dus besar sekitar 100 Reyal sedangkan Kurma Ajwa juga 100 Reyal tapi untuk satu toples sekitar 1kg.

Pegdagangnya ramah-ramah dan mengerti bahasa Indonesia bahkan beberapa pegawainya memang berasal dari Indonesia. Karena keramahannya akhirnya jadi deh istri saya beli coklat 1 kg heheheh, modus aja itu padahal emang pengin.

Manasik Umroh ke 2

Pulang pas sebelum dhuhur, kita berangkat lagi ke Masjid Nabawi, terus istirahat dan Asar berangkat lagi ke Masjid. Setelah sholat Asar tidak bisa berlama-lama di Masjid karena akan diadakan Manasik ke 2 di Ruang makan Hotel.

Disini di bahas bagaimana melaksanakan umroh secara baik dan benar, bagaimana besok proses pemberangkatan ke kota Mekkah dan bagaimana nanti mengatur rombongan.

Sedih juga mengetahui bahwa besok akan meninggalkan kota Madinah Munawaroh, namun kami juga gembira karena akan menuju Baitullah.

Wah hampir kelupaan cerita saya dan salwa ketika sedang mencari Mie Instan.

Karena Salwa memang agak susah makannya akhirnya saya ajak jalan2 sekitar jam 2an setelah makan siang, kita berdua muter-muter untuk cari makanan buat salwa, karena nggak ada yg cocok dengan seleranya. Akhirnya kita memutuskan untuk beli Popmie di sebuah toko kelontong mirip swalayan kecil.

Ketika sedang berada di dalam toko, adzan Asar berkumandang. Tiba-tiba penjaga toko langsung berteriak Sholat…Sholat… sambil memberikan isyarat pada pengunjung toko untuk segera keluar dari tokonya. dan beberapa penjaga lainnya segera menutup pintu masuk toko. Sungguh saya kebingungan, hanya ada 1 pintu yang terbuka, yakni yang menghadap masjid Nabawi, itupun sudah separo ditutup. segera saya membeli 3 Mie Instan dan keluar. Hal ini juga terjadi di semua toko di sekitar Masjid Nabawi.

Subhanallah….ini adalah pemandangan terindah bagi saya di kota Madinah ini. Para pencari rejeki dari Allah tidak takut kehilangan rejeki, mereka langsung menutup tokonya ketika panggilan Sholat berkumandang. Sungguh saya memimpikan hal ini bisa terjadi di Semarang. Mungkin harus saya mulai dari Toko/kantor saya sendiri.

Jika tulisan ini bisa menggerakkan kebaikan itu karena Allah dan kalau ada kesalahan itu dari saya dan saya mohon maaf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *