Jurnal Umroh, Day 1, The Journey Beggin

Sehari sebelum keberangkatan saya harus menitipkan koper ke Saibah, Biro Umroh Semarang yang kami percaya untuk perjalanan ibadah ini. Saya lupa tidak mengunci 3 koper kami. Segera saya mencari kunci gembok. Tiba saya di sebuah toko bangunan di jalan hasanudin (masih sejalan dengan saibah). Ketika saya membayar, ibu pemilik toko bangunan tersebut menolak, dia bilang “saya cuma bisa titip gembok untuk panjenengan sekeluarga yang mau umroh, saya ikut senang panjenengan berangkat ke Mekkah”… Masya Allah pengin nangis saya mendengarnya, nilainya mungkin tak seberapa tapi seberapa sering kita ikut senang ketika orang lain mendapat kebaikan ? Mudah2an Allah menggembok aib-aib ibu sekeluarga, semoga Allah merahmati keluarga ibu…Aamiin

3 Mei 2014, Hari yang dinantikan telah tiba, Bada subuh istri dan anak saya sudah siap. Mas Alfian Yusuf, sahabat saya telah datang ke rumah untuk menghantarkan keluarga saya. Beribu terima kasih mas Alfian. Segera kami menuju bandara. Istri saya masih bingung,

gimana nih yah ?

gimana apanya ?

Salwa, salwa nanti makannya gimana ?

Rewel nggak selama perjalanan ?

Di Pesawat gimana ? khan perjalanannya lama kata Ustadz waktu di Manasik bilang setelah pesawat Jakarta Semarang dilanjutkan Jakarta Jeddah selama 9 jam habis itu naik bis kurang lebih 6 jam.

Memang seorang istri sungguh sangat detil memperhatikan anaknya. Bismillah jawab saya dengan yakin, padahal yo aslinya bingung 😀 . Paling tidak istri saya diam dan agak sedikit tenang melihat tampang saya yang sok yakin :v

Kami menuju tempat kumpul di Mesjid Bandara Ahmad Yani Semarang. Setelah Kyai Mohibin, salah satu jamaah yang berasal dari Demak memimpin doa. ustadz Bambang Riyanto mengumumkan bahwa Jamaah nanti nya akan dipandu Mutowif Hirjan Chaerudin dan dibimbing oleh Ustadz Abdulloh Mubarok dari Wonosobo dan dibantu oleh Fori Suwargono… Hahhh … Saya ? Loh eh … belum hilang kaget saya, Ustadz Bambang menyerahkan tiket Boarding ke saya, titip buat ustadz Abdulloh ya mas, beliau sudah berangkat tadi jam 4 … Loh eh… berarti jamaah saya yang bawa dari Semarang ke Jakarta, sambil melongo saya Cuma bisa bilang, ya pak

Lega hati saya melihat mas Johan, salah satu pegawai di loket Check in, bagasi sudah clear mas fori… Alhamdulillah hehehehehe saya memang sering naik pesawat atau ngurusi ibu saya kalo pas naik pesawat. Tapi ngurusi jamaah umroh ? wah gregori (grogi) saya

Semarang – Jakarta

Alhamdulillah pesawat Garuda Semarang – Jakarta cukup nyaman, ada TV kecil yang menyediakan Hiburan dan Informasi, Toiletnya walaupun kecil nyaman, lengkat dan bersih. Dapat Roti ! lumayan buat isi perut salwa yang baru sedikit sekali sarapan (Cuma 2-3 sendok).  Karena dapat roti 3, 1 dimakan salwa yang 2 disimpan kedalam tas oleh istri saya, buat persediaan salwa, Cerdas … hehehehe. Tidak banyak yang bisa saya ceritakan di perjalanan yang Cuma sekitar 50 menit ini. Berangkat Jam 07.20 sampai Cengkareng 08.10

umroh dengan pesawat garuda 1 umroh dengan pesawat garuda 2

Snack di Pesawat Garuda Semarang Jakarta

Snack di Pesawat Garuda Semarang Jakarta

 

Bandara Soekarno Hatta

Turun dari pesawat, saya PD saja turun…eh kok jamaah lain lihat dan ngikutin saya..owalah… iya ding saya khan dapet amanah mbantu ustadz Abdulloh…wkwkwkwkwk… Amanah tetaplah amanah yang harus dijalankan.  Saya jadi hati-hati berjalan dan melihat rambu atau tanda transit pesawat…hehehehe. Di pintu ternyata ustadz Abdulloh sudah menanti saya. Alhamdulillah, saya diminta untuk membagikan Paspor untuk proses  Imigrasi dan Kesehatan.

Alhamdulillah selalu, semua lancar jaya

Proses Imigrasi Di Bandara Soekarno Hatta 1 Proses Imigrasi Di Bandara Soekarno Hatta 2

Jakarta – Jeddah

Setelah menunggu sekitar 3 jam, Jam 11.00 Kami masuk ke Pesawat Garuda yang lebih besar, Rombongan Jamaah Umroh Saibah yang berjumlah 49 orang bergabung dengan rombongan Jamaah Umroh dari biro lain dalam 1 pesawat. Saya nggak tau ada berapa baris kursi di pesawat, yang saya tahu ada 9 kursi per baris, 3 di kanan, 3 di tengah dan 3 dikiri…pas buat kami bertiga 😀 .

Salwa terlihat senang naik pesawat, ini penerbangannya yang kedua, yang pertama yang semarang jakarta tadi hehehe . Segera dia ambil headset dan menyetel film kesukaannya “Negeri 5 Menara”. Istri saya lega, saya lega. Para Jamaah terlihat antusias berangkat terlihat dari raut muka yang cerah. Ya Allah Lindungi perjalanan Kami.

9 jam perjalanan ? wah enaknya ngapain ya ? nonton film ajalah… Akhirnya saya melahap 2 film sekaligus Oblivionnya Tom Cruise dan Wolverine. Lumayan daripada Lu Manyun :D. Nggak kebayang kalo saya naik pesawat yang lain ( maksudnya yang biasa saya naikin), tempat duduk sempit, jarak antar kursi juga sempit, kadang AC kekencengan nggak bisa disetel atau nggak kadang nggak nyala :D. Di Garuda saya dapat selimut, dapat kaus kaki, kursi nyaman…asyik.

Dapat makan juga dari Garuda, Teh, Kue, Susu dan Jus Buah. Alhamdulillah Salwa bisa maem roti dan susu 😀 . Lega lagi saya. Jatah Salwa masuk ke tas lagi hehehehe.

Jeddah

Bandara King Abdul Azis

Pukul 20.30 WIB atau 16.30 (berarti lebih dari 9 jam) waktu setempat Tiba di Bandara King Abdul Azis Jeddah yang luar biasa besar, kata istri saya ini satu kecamatan buat bandara tok ( efek naik bis dari pesawat ke Terminal yang nggak sampai-sampai) 😀

Sampai di Terminal Khusus Umroh di Bandara kami harus menunggu lagi sekitar 1 jam agar diperkenankan pihak bandara untuk proses Imigrasi yang kurang lebih sekitar 1 jam juga. Waktu seperti ini kami gunakan untuk mengenal Jamaah lain, kebetulan Kyai Mohibin di sebelah saya. Beliau bercerita umroh sebelumnya beliau memakai Biro Umroh lain dan harus transit melalui Qatar dan menunggu hampir 14 jam. Subhanallah, saya sungguh tidak bisa membayangkan bagaimana dengan jamaah yang sudah sepuh ? kasihan tenaganya untuk menunggu belum repot urusan bagasi kalau pesawatnya berbeda, duh. Terus kalo lapar gimana ? apa mata uangnya sama dengan Riyal ? bisa beli makanan atau minuman nggak ya ? tambah prosesimigrasi lagi. Beliau sudah kapok kalo umroh yang pakai transit-transit di negara lain.

Proses Imigrasi di Bandara King Abdul Azis sungguh lambat, mungkin ada sekitar 15 loket yang tersedia, tapi yang dibuka Cuma 4 hehehehe. Untung waktu Manasik kami sudah di infokan dan diminta untuk bersabar. Setelah melihat banyaknya Antrian baru dibuka lagi 2 loket, sementara para pegawai Imigrasinya lainnya bersantai sambil ngerokok dan ngobrol. Sing Sabar…arep Ngibadah kudu atine tenang, Sabar… 😀

Salwa bertanya pada saya, Ayah kok banyak orang Arabnya ? wkwkwkwkwkwk ya iyalah…khan emang di Arab.

Pada saat pengambilan bagasi, ada petugas yang memanggil saya dan bertanya apakah saya bisa berbicara bahasa Inggris…yah little little I can lah Wan. Ternyata saya di minta menjembatani komunikasi dengan jamaah umroh lain yang membawa obat dalam sebuah ampul, saya di minta untuk menanyakan obat apa itu. Setelah saya tanya jamaah umrohnya jg bingung karena itu hanya titipan tetangganya untuk di berikan ke saudaranya di Arab. Duhhh, akhirnya saya buka dan isinya obat suntik anti Hamil alias suntik KB. Petugas nggak mau mau memberikan barangnya dan di sita, Haram katanya. Saya nggak tau apakah pengendalian kehamilan dilarang di negara Arab Saudi. Saya Cuma pengin ngingetin sebaiknya cek dulu segala sesuatunya ketika mau nitip atau dititipin, kasihan yang dititipin bisa repot urusannya, ya kalo nggak terlarang, kalo barangnya terlarang bagaimana ?

Jeddah – Madinah

Keluar dari Bandara kami sudah dinanti oleh Bus AC yang disewa Saibah. Setelah menaikkan bagasi ke dalam bus, kami keluar bandara menuju Madinah. Di Pinggir jalan bus berhenti untuk menjemput Muttowif Kami, Ustadz Hirjan Chaeruddin yang datang bersama Bp. Ibrahim yang mengurus segala dokumen Saibah di Arab Saudi dan Ibu Aisyah, Istri Ustadz Bambang Riyanto. Kami di bagi makanan untuk Makan Malam dan sajadah untuk beribadah.

Perjalanan Jeddah Madinah memakan waktu sekitar 6 jam perjalanan. Salwa mulai rewel, mungkin capek, kebetulan di tempat kami berhenti untuk sholat Maghrib dan Isya tidak makanan kesukaan Salwa seperti Ayam Krispi ataupun roti, ya sudah yang sabar ya nduk, akhirnya Salwa tertidur di dekapan bundanya.

doa tiba di tempat tujuan

Hampir Jam 4 pagi waktu setempat kami tiba di Madinah Al Munawaroh, kota Rasulullah yang kita cintai. Adzan subuh sudah terdengar di telinga, segera setelah meletakkan koper di Kamar Hotel yang telah dibagi kami bergegas ke Masjid Nabawi, Masjid Rasulullah.

To be kontinyu maning ya 😀

Jika tulisan ini bisa menggerakkan kebaikan itu karena Allah dan kalau ada kesalahan itu dari saya dan saya mohon maaf

2 thoughts on “Jurnal Umroh, Day 1, The Journey Beggin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *