Berbisnis dengan Allah SWT

Assalamu alaikum wr.wb

Melihat pelatihan Wirausaha Diknas dimana semua peserta langsung praktek berjualan “bantal mobil” yang mengandung herbal dan aroma therapy, saya langsung teringat dengan sebuah acara TV yang beberapa tahun lalu disiarkan oleh sebuah stasiun TV Swasta, judulnya “The Apprentice”. Dimana di acara tersebut Donald Trump membimbing para peserta “magang” untuk menjadi pengusaha dengan hadiah utama mengerjakan Mega proyek sang milyarder (pakai US Dollar tentunya). Geli juga sebenarnya, diajari menjadi wirausaha dengan hadiah menjadi bawahan/manager sang milyarder. Tapi pada intinya acara ini sangat bagus, peserta benar-benar diajari berwirausaha dengan menangani beberapa proyek yang tingkat kesulitannya semakin tinggi.

Pada acara ini semua peserta diajari bagaimana menjual langsung ( kalau di TDA ada tantangan nge lapak bareng ), bagaimana meloby klien, bagaimana membuat perencanaan detil sebuah proyek, bagaimana mencari karyawan yang kompeten sampai bagaimana bekerjasama dengan partner ( peserta lain ) dan berkompetisi.

Deal with The Boss

Pada awal acara Donald Trump akan memandu dan memberikan sebuah “project” untuk dikerjakan. Sedang pada akhir acara akan  ada pertemuan untuk evaluasi. Acara pembahasan bisnis seperti Mastermind di TDA. Dan akan ada peserta/karyawan yang “dipecat” di setiap episode. Di sela-sela acara sang Milyarder akan memberikan tip-tip bagaimana berbisnis dengan baik. Nah, disinilah saya mendapatkan sebuah kata yang tidak pernah saya lupakan sampai saat ini. Yakni “ Deal with The Boss”.

Menurut Donald Trump, kalau anda sukses berbisnis buatlah kesepakatan dengan “boss”. Jika ingin pinjam uang di bank disetujui carilah pimpinan tertinggi di cabang tersebut, jika ingin menembus suatu tender carilah pimpinannya. Kenapa ? karena merekalah “decision maker” alias pengambil keputusan bukan yang lain. Jika ingin berjualan kompos gas, alat masak dan kebutuhan rumah tangga lainnya carilah “nyonya” karena mereka adalah “boss”. Jika kita melihat kesalahan yang dilakukan tukang batu ketika memperbaiki atau membangun rumah, carilah mandor atau pemborongnya. Selalu cari siapa boss yang sebenarnya, jangan membuang waktu dengan bernegosiasi bersama orang yang salah. Bayangkan bagaimana rasanya ketika “merasa” sudah deal tapi ternyata dapat dimentahkan oleh boss yang sebenarnya ?

The Real Boss, “The Greatest Boss”

Ingin berbisnis dengan sukses, selalu carilah Bossnya. Lalu siapa boss yang sebenarnya ? apakah pimpinan perusahaan ? kepala cabang ? mandor ?  para ibu ? apakah para bapak ? Saya yakin anda sudah menebaknya. Juga banyak orang lain yang tahu bahwa boss yang sebenarnya adalah Tuhan atau Allah SWT. Semua orang tahu siap boss sebenarnya, tapi kenapa banyak orang yang tidak atau belum sukses ? jawabannya mudah, karena mereka tidak mendatangi dan deal with “The Real Boss”.

Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. (QS. Al Ikhlas:2)

Jika sedang merayu seorang calon pembeli, apa yang dilakukan ? pasti dengan kata-kata yang memikat hati, kata-kata indah terkadang disertai dengan janji-janji. Kenapa tidak dengan Allah SWT? Sebutkanlah nama Allah SWT dengan kata-kata indah, bernegosiasilah dengan Allah. Sebenarnya, apa yang kita jual ke Allah SWT, bukankah Allah SWT tidak butuh suatu apapun dari kita justru kitalah yang membutuhkan Allah SWT? Kita, ya kita menjual diri kepada Allah SWT! bahwa kita adalah produk terbaik, bahwa kita adalah produk yang bisa bermanfaat bagi orang lain. Produk yang mempunyai nilai tambah. Demikian pula penjual dan pembeli, jangan berpikir pembeli membutuhkan suatu produk! Produk itulah yang memerlukan pembeli, jika suatu produk tidak ada yang memakai atau tidak berguna maka produk tersebut adalah sampah!

“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam”. (QS. Al Anbiyaa’:107)

“Barangsiapa menghendaki keuntungan di akhirat, akan Kami tambah keuntungan itu baginya, dan barangsiapa menghendaki keuntungan di dunia, Kami akan memberikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia, dan tidak ada baginya bagian sedikit pun di akhirat”. (Q.s. asy-Syura: 20)

Mempersiapkan diri menemui klien maha penting dengan membawa proposal sukses hidup dengan penampilan terbaik ( bukan termahal ) yang memikat. Karena Allah SWT (adalah) klien yang maha penting. Habiskanlah waktu yang terbaik (prime time) untuk menemui Nya. Diskusikan “harga terbaik” dengan permohonan atau doa-doa dari mimpi-mimpi. Harga terbaik suatu barang berbanding lurus dengan nilai produk. Nilai produk dengan nilai tambah berupa kegunaan buat orang lain….wah berapa ya nilainya ? kayaknya nggak bakalan bisa dinilai dengan uang atau materi karena memang Allah SWT memberikan lebih dari materi. Please….Jangan pernah lepaskan klien yang satu ini !

Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar. (QS.At Taubah:111)

Saya sering bertemu dengan orang sukses atau membaca kisah-kisah sukses mereka. Jawaban yang sama saya temukan, mereka punya mimpi-mimpi dan mereka mendiskusikan/menegosiasikan mimpi mereka dengan Tuhan, tidak peduli mereka Islam atau non Islam. Mereka yang sukses adalah mereka yang tidak memikirkan diri sendiri, para pemilik perusahaan memikirkan dan memperlakukan karyawannya dengan baik (akan diulas lebih lanjut di tulisan Obsesi terbesar kita), mereka membuat diri mereka berguna bagi orang lain.

Jika kita sudah membuat diri kita berguna bagi orang lain, Insya Allah Tuhan akan mempermudah semua jalan kita, mengabulkan keinginan kita.

"Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka
(katakan)  Aku  dekat.  Aku  mengabulkan permohonan orang yang
bermohon -  apabila  dia  bermohon  kepadaKu.  Maka  sambutlah
seruanKu   dan   berimanlah   kepadaKu,   kalau-kalau   mereka
terbimbing ke jalan yang lurus." (Qur'an 2: 186)

Apakah anda melihat bisnis yang lebih baik daripada bisnis dengan Alllah SWT ?

Matur sembah nuwun

Wassalamu alaikum wr.wb.

One thought on “Berbisnis dengan Allah SWT

  1. fikqy

    bagsu pak
    jadi kalo mau deal langsung dengan big boss ya
    dan menjual dengan sebaik2 kita
    harga barang sebanding dengan nilai produk
    sanagt isnpiratf bos

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *