Jurnal Umroh, Day 2, Madinah Al Munawaroh

Hotel tempat kami menginap, Mubarok Madinah sangat dekat dengan Masjid Nabawi, mungkin sekitar 50 meter. Luar biasa, saya merasa bahagia bisa datang memenuhi panggilan Allah. Sholat Subuh saya berangkat barengPak Yani teman sekamar saya menuju Masjid Nabawi. Dan ternyata Adzan yang kami dengar waktu turun dari Bus adalah adzan untuk Sholat Tahajud kayaknya karena berselang sejam atau pas kita di Halaman mesjid Nabawi terdengar lagi adzan, pastinya Adzan Subuh. foto dulu di halaman Masjid, sungguh saya harus menahan haru, pengin nangis rasanya tapi jaim 😀

Karena masih baru datang, saya mencoba untuk explore Masjid Nabawi ini sebentar, Halamannya yang luas dengan payung-payung elektronik yang bisa dibuka tutup, Tempat Wudhu dan toilet yg tersebar di halaman yg terkoneksi dengan parkir bawah tanah.

Suasana Setelah sholat Subuh di Halaman Masjid Nabawi

Banyaknya orang yang lalu lalang waktu sholat subuh sungguh membuat saya tercengang…luar biasa mungkin ribuan orang sudah ada di mesjid ketika waktu sholat tahajud tiba. Segera saya masuk ke Masjid dan melaksanakan sholat subuh. Habis sholat subuh….eng… ing…. eng…..nangis saya sejadi-jadinya di dalam masjid. Sungguh saya amat bersyukur diijinkan Allah berada di Masjid Nabawi bersama Anak Istri…nangis saya minta ampunan atas dosa-dosa saya yang sangat banyak. Saya kok yakin setegar apapun anda, kalo meresapi doa pasti mewek 😀 hehehehe

Selesai Sholat Subuh segera saya pulang ke Hotel dan Sarapan pagi. Oh ya sebaiknya jamaah tidur di bis atau pesawat walaupun sebentar selama perjalanan karena padatnya kegiatan ibadah yang dilaksanakan. jangan lupa untuk membeli Kartun Perdana untuk komunikasi selama disana, saya memilih Mobily, harganya cukup murah, 25 riyal (sekitar 100rb rupiah) dapat pulsa 25 riyal dan data gratis untuk bbm atau whatsapp. Bisa dibeli di karyawan hotel tempat kita menginap.

Hari Pertama di Madinah, Ustadz Hirjan, Mutowif Saibah yang masih muda dan agak gaul ini meminta jamaah untuk kumpul di Lobby Hotel jam 07.30 waktu setempat. Setelah Makan Pagi alias Sarapan. Jadi setelah sarapan langsung turun ke Lobby. Dari Lobby kami menuju Masjid Nabawi lagi, dihalaman mesjid kami di beri pemahaman tentang Raudhoh, salah satu tempat di Masjid Nabawi dimana Kalau kita berdoa dengan penuh keyakinan akan dikabulkan. Raudhoh berada di antara Mimbar Rasulullah dan Rumah Rasulullah, kalau sekarang semuanya sudah ada dalam masjid.

Sebelum menuju Raudhoh, disamping kiri Masjid Nabawi ada Area pemakaman para Sahabat dan Syuhada. Pemakaman itu dinamakan Makam Baqi, jangan dibayangin kayak di Indonesia ya, makam di Arab tidak ada nisan, yang ada cuma batu sebagai penanda, dan itupun tidak ditulisi 😀 karena memang demikian ajaran Rasulullah. Setelah dari Baqi jamaah wanita dan laki-laki terpisah, jamaah perempuan didampingi oleh Mutowif perempuan, yang saya nggak tahu namanya :D. Dan saya juga nggak menyamar untuk cari tahu wkwkwkwk…kepo banget.

Raudhoh

Kemudian kita di sambut oleh Pintu Jibril (karena disitu Malaikat Jibril sering muncul), tapi kita tidak boleh masuk, karena itu pintu keluar 😀 . Lha terus mlebune metu ngendi ? jare saya walaupun saya sering bingung dengan ucapan ini yang artinya Masuknya Keluar mana ? wkwkwkwk maksudnya masuknya lewat mana ? Ternyata kita harus muter saudara-saudara, lewat Pintu Babusalam, satu-satunya pintu di Masjid Nabawi yang buka 24 jam.

Saya mulai masuk area Raudhoh, merinding melihat banyaknya orang yang pengin sholat 2 rakaat dan berdoa di Raudhoh. Saya masih santai-santai saja sambil foto kanan kiri. Banyak orang yang berdesakan ingin sholat di Raudhoh, saya santai, tiba-tiba polisi disamping saya malah membuka penghalang dan memberi saya isyarat untuk segera masuk. Subhanallah segera saya masuk dan sholat persis di sisi Mimbar Rasulullah. Mimpi apa saya ?

Setelah sholat saya lihat orang sebelah saya langsung diusir petugas dan polisi untuk bergantian sholat buat yang lain. Wah berabe nih, saya khan belum berdoa titipan teman-teman dan saudara.Cling….. lampu menyala di otak saya, segera saya Sholat 2 rakaat lagi dan saya lama banget berdoa di sujud terakhir 😀 . Itu Tips saya berdoa di Raudhoh 😀

Maqam Rasulullah 1

Setelah sholat saya memberikan sholawat serta salam untuk junjungan kita Nabi Muhammad SAW, Rasulullah yang kita cintai, kita hormati di depan makam beliau yang didampingi makam Sahabat tercinta beliau Abubakar Ash Shidiq ra dan Umar Bin Khatab ra. Menurut riwayat ada satu tempat kosong disana yang disediakan nantinya untuk Makam Nabiyullah Isa a.s.

Di Pintu Keluar Raudhoh

Menunggu anak istri di Halaman mesjid Nabawi

Setelah keluar dari Raudhoh saya menunggu istri dan anak saya keluar lewat pintu keluar Wanita. 1 jam kok ndak keluar-keluar, mulai agak bingung saya, tapi kok hati tenang ya ? biasanya saya dag dig dug…saya balik ke Hotel, kok mereka belum sampai. Mau telp, belum tau nomor yang dipakai istri selama di Arab. Saya balik lagi ke halaman masjid, saya tunggu lagi satu jam, masih belum keluar. Duh piye ki ? jujur saja dalam pikiran saya saat itu anak saya Salwa, Gimana salwa di dalam ?

Sambil menunggu saya coba kontak mas Johan di semarang, kata mas johan tenang aja, di Raudhoh perempuan biasanya bisa sampai Dhuhur nunggu bisa sholat … walah suwe temennnn. Akhirnya saya pasrah dan menuju Hotel kembali. Oh ya,ada hal penting yang saya lupakan….saya tersesat ! wkwkwkwk. Sumpah padahal saya sudah diingetin Ustadz Bambang untuk memberitahu ancer-ancer Hotel pada jamaah lain, lha kok saya sendiri kesasar :p . Saya bingung, semua ancer-ancer atau tanda yang saya apalin kok nggak ada. Saya coba kembali ke masjid dan keluar lagi kok nggak ada.

madinah mubarok

Kemudian saya baca Nama Hotel di ID Card yang dibagikan Saibah. Mubarok Madinah, yes, kemudian saya tanyakan petugas keamanan di salah satu hotel depan masjid dan saya di beri petunjuk… Alhamdulillah…. Di depan Hotel saya coba inget apa kesalahan saya kok samapai kesasar ? Akhirnya saya tahu, yang saya inget Cuma tanda sekitar Hotel, Harusnya saya juga inget dari pintu mana saya keluar masjid. Owalah….hehehehe

Pada saat menunggu tadi saya sempet mangamati bagaimana kondisi di Masjid Nabawi. Apakah ini mungkin Allah membuat saya bingung supaya saya bisa mengamati ? entahlah…yang pasti bingung tapi nggak deg deg an 😀 . Di halaman saya lihat orang berlalu lalang, ada sekeluarga, ada yang sendiri, ada petugas kebersihan mesjid, ada petugas yang bertugas membersihkan payung-payung ada yang berjaga di depan pintu masuk dsb. Luar biasa mereka, mukanya berseri-seri. Beberapa Galon dan tempat Air Zam-zam yang berlimpah ditempatkan baik didalam mesjid maupun di halaman.

Air Zam-zam di Halaman Masjid Nabawi

Air Zam-zam di Halaman Masjid Nabawi

Sehabis Sholat Dhuhur saya kembali ke Hotel untuk makan, Antri boss karena banyak jamaah dari Biro lain yang juga antri walaupun sudah di bagi menjadi beberapa tempat. Makanan yang disajikan makanan khas Indonesia, biar perutnya nggak pada kaget. Kalau makanan asli Arab khan gandum, jadi Cuma roti-rotian gitu.

Habis makan menuju ke kamar,Alhamdulillah anak istri sudah dikamarnya yang sebelahan sama kamar saya 😀 . Istri saya cerita salwa nangis karena berdesak-desakkan sama orang-orang yang badannya besar-besar. Tapi salwa pulang dengan berseri-seri jadi saya tidak perlu khawatir lagi.

Teman Sekamar

Saya mulai mengenal teman sekamar saya, ada Mas Dian (developer perumahan), pak Haji Sardi ( pensiunan PDAM Semarang ), Pak Yani yang belakang baru saya tahu beliau adalah Pejabat di Lingkungan Pemkot Semarang ( Ka Bag Humas ).

Pasar di depan Masjid Nabawi

Hampir saya lupa menceritakan suasana pasar di depan Masjid Nabawi. Sungguh ramai, yang bikin saya kaget…mereka berbahasa Indonesia…murah ! murah! 5 Riyal murah…murah…tanah Abang… bandung….Loh ?

Iya kayaknya mereka tau orang Indonesia itu harus bawa oleh-oleh kalau pergi jauh, dan Jamaah umroh terbesar ya dari Indonesia makanya mereka harus ngerti bahasa Indonesia biar dagangannya laku :D….  Luar biasa, coba pemerintah punya posisi tawar begitu, pedagang sono aja tau hehehehehe.

Para pedagang menjajakan dagangannya depan mesjid Nabawi, Madinah

Para pedagang menjajakan dagangannya depan mesjid Nabawi, Madinah

Hari Kedua ini tidak banyak yang bisa saya ceritakan karena kegiatan kami hanya sibuk beribadah di Masjid Nabawi. Pahalanya 1000x ibadah di tempat lain. Tertarik tidak ? 😀 Mudah-mudah teman-teman juga diberi kesempatan mengunjungi Tanah Suci. Aamiin Ya Rabb

Jika tulisan ini bisa menggerakkan kebaikan itu karena Allah dan kalau ada kesalahan itu dari saya dan saya mohon maaf

3 thoughts on “Jurnal Umroh, Day 2, Madinah Al Munawaroh

  1. Mas Jo

    Sipp, Mas…
    terharu aku,,,
    semoga bisa dihadirkan kembali oleh ALLAH untuk berziarah ke Makam Rosul, para keluarga dan Shahabat,di Masjidil NAbawi (MADINATUL MUNAWAROH) dan Masjidil Haram (MAKKAH AL MUKARROMAH)…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *