Bisnis selalu tentang totalitas

Sebuah siang disalah satu tempat cuci motor di Semarang. Saya dikagetkan dengan sebuah pemandangan yang menarik. Pemilik tempat cuci motor, masih muda yang tanpa malu-malu langsung memegang slang semprot dan ikut mencuci motor beberapa pelanggan. Mas atau koko ini melakukannya karena banyaknya motor pelanggan yg belum dicuci karena pegawainya yang sibuk melakukan hal yang sama.

Inilah yang saya sebut totalitas bekerja. Bagi saya kepandaian adalah omong kosong ! Keberhasilan pekerjaan atau bisnis kita ditentukan oleh Allah dengan melihat seberapa serius kita bekerja (totalitas), seberapa serius kita berdoa, seberapa serius kita berguna bagi orang lain ! 

1. Serius bekerja

serius bekerja bagi saya adalah terus menekuni pekerjaan (bahasa kerennya : istiqomah). Mas atau koko pemilik tempat cuci motor tadi mungkin tidak mengerti ilmu pembukuan ( kebetulan adiknya perempuan yang menjadi kasir 😀 ) , tapi dia total bekerja. Seringkali kita beralasan sedang mengerjakan sesuatu yang lain karena tugas sudah di delegasikan ke karyawan.

Emangnya kalo pelanggan kelamaan nunggu servis kita, terus bisa nyalahin pegawai yang lamban ? Kerjain aja yang keliatan sama kita, nyapu kantor, bersihin meja atau buangin sampah. Jangan nunggu OB yang ngelakuin !

Dan yang sering adalah kita tidak sabar terhadap rejeki kita, sehingga beralih usaha lain. Saya pernah ditanya sama teman saya,

kenapa belum sukses ?

wkwkwkwkwk ….. saya jelaskan bahwa saya menekuni Online Marketing baru 2 tahun …..

dia bilang, banyak lho yg baru 1 tahun udah sukses

wkwkwkwk….ketawa saya tambah kenceng

Saya yang usaha, kenapa ente yg nggak sabar ?

Bagi saya Bisnis itu bukan seberapa cepat, tapi yang bertahan paling lamalah yang berhasil….bisnis itu ibarat lari marathon bro !

Dan biasanya, yang keliatannya sukses itu lagi-lagi omong kosong !

2. Serius Berdoa

Saya sering berbicara secara serius dengan istri saya, untuk tetap dirumah, berdoa dan mendidik anak. Karena rejeki yang saya peroleh belum tentu di berikan oleh Allah karena saya bekerja, bisa jadi karena doa Istri, anak dan Orang tua.

Jadi saya yakin seyakin-yakinnya bahwa rejeki saya sudah diatur sama Allah. Makanya saya suruh istri saya serius dan setiap hari selalu berdoa. Setiap berangkat bekerja saya sempatkan untuk cium tangan ibu saya (kalo pas kebetulan beliau di rumah semarang) dan meminta doa beliau.

Nah, makanya kalo udah sukses jangan ngelupain anak, istri dan orangtua.

3. Serius berguna bagi orang lain

Nah ini juga faktor X lain yang me leverage alias mengangkat rejeki kita. Semoga kita menjadi aliran atau penghubung bagi rejeki orang. Rejeki itu dari Allah bukan dari kita. Selain itu rejeki yang Allah berikan kepada kita sebaiknya juga dibagikan kepada yang memerlukan.

Bukan hanya rejeki harta, tapi juga rejeki ilmu. Jangan pelit atau takut menularkan ilmu yang bermanfaat baik ke orang lain. Dulu waktu jaman Rasulullah, para sahabat setelah mengikuti Majelis Ilmu (sekarang mungkin pengajian, seminar atau workshop) seringkali tidak langsung pulang kerumah tapi mencari orang untuk segera di infokan atau ditularkan kebaikan ilmu tersebut. Karena penyakitnya orang ber-ilmu itu adalah lupa. Dan lupa paling celaka adalah bahwa ilmu itu pemberian Allah !

Jika Anda karyawan, totalah bekerja karena itu ibadah

Jika Anda pebisnis, totalah bekerja karena itu ibadah

Allah yang menentukan hidup dan rejeki kita berdasarkan apa yang kita doakan dan kita kerjakan

Cekap semanten….Matur nuwun sudah meluangkan waktu membaca tulisan saya…..Tetap Cemungud … eh…. Semangat !

One thought on “Bisnis selalu tentang totalitas

  1. Aunurrofik

    Super sekali mas. Sepakat dengan kata-kata, “… bisnis itu bukan seberapa cepat, tapi yang bertahan paling lamalah yang berhasi, bisnis itu ibarat lari marathon …”

    Sukses selalu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *