Berhala berhala 2012

Assalamu alaikum warrohmatullahi wabarokatuh

Dulu, ketika generasi awal Handphone beredar (sekitar tahun 98-99). Temen-temen kuliah sering bercanda dan saling mengejek handphone merek lain. Seringkali saking sukanya dengan merek tertentu, sering disebut, “wah dia agamanya N*kia atau Erik*sso*(sebelum bergabung dengan s*ny)  atau si*men.

Sekarang ini, ditahun 2012 ternyata agama-agama itu berkembang dan beranak pinak sedemikian subur, Ndak percaya ? sekarang bukan hanya agama (Berhala) Materi namun merambah ke Kelompok , golongan atau komunitas. Ada pula berhala jabatan dan gelar.

Dahulu dijaman jahiliah, orang-orang quraisy bukannya tidak percaya Allah. Mereka sangat percaya, namun mereka tidak mau meninggalkan ritual nenek moyangnya.

Bahkan mereka berkata: “Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami menganut suatu agama, dan sesungguhnya kami orang-orang yang mendapat petunjuk dengan (mengikuti) jejak mereka”. (Az-Zukhruf (43): 22).

Ketika bani Israel ditinggal nabi musa yang sedang bermunajat di gunung mereka membuat patung sapi dari emas. Saat ini, kita secara tidak langsung seringkali menganggap mobil tertentu, rumah tertentu sebagai parameter/ukuran. Ukuran untuk dicapai, juga ukuran untuk mendengarkan.

Ukuran untuk dicapai ? kondisi sekarang ini segala tujuan atau keinginan baik pribadi atau bisnis mempunyai titik akhir “materi”. Apapun bungkusnya, bungkus nasionalisme bahkan bungkus agama sekalipun. Kita digiring untuk cenderung kepada dunia.

Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami berikan kepadanya ayat-ayat Kami (pengetahuan tentang isi Al Kitab), kemudian dia melepaskan diri dari pada ayat-ayat itu, lalu dia diikuti oleh syaitan (sampai dia tergoda), maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat. Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir. (Al-A’raf (7): 175-176).

Ukuran untuk mendengarkan ? Banyak lho yang sering ngomong begini, “ gimana mau ngomong tentang cara berbisnis ? mobil aja nggak punya.” Bahkan sekarang ini orang lebih suka mendengarkan kyai-kyai atau ustadz-utadz yang ganteng atau cantik, punya mobil mewah dan rumah bagus. Terus ustadznya ngomong begini, mau mobil kayak gini ? sedekah dulu dong !

Bukan berarti kita tidak boleh kaya, tapi kok kayaknya kita beribadah kepada Allah karena mengharap sesuatu. Kita taat kepada Allah karena kita cinta Allah, inget love you always ? Seringkali kita merasa benar karena rasio atau logika kita mengatakan begitu, contohnya rokok, berapa banyak dari kita yang berhenti merokok karena Allah ? temuan terbaru mengatakan bahwa filter rokok mengandung Babi (yang jelas diharamkan Allah). Kalo kita cinta Allah ya berhenti, jangan berhenti karena sayang duitnya. Jangan sampai rasa Cinta Allah jadi kalah sama cinta duit.

Benarlah apa yang dikatakan Imam Syafi’i :

إِنَّ لِلْعَقْلِ حَدًّا يَنْتَهِيْ إِلَيْهِ كَمَا أَنَّ لِلْبَصَرِ حَدًّا يَنْتَهِيْ إِلَيْهِ.

Sesungguhnya akal itu memiliki batas akhir seperti penglihatan yang juga memiliki batas akhir.

Berhala Komunitas

Komunitas, kelompok, partai, organisasi, manhaj dan sebagainya saat ini sering lebih menguasai emosi hati kita. Di media massa seperti TV dan Koran (untungnya saya jarang lihat dan baca 😀 ). Kelompok A berantem dengan kelompok B sampai terjadi pertumpahan darah, naudzubillah. Jangan-jangan kita terjebak hal yang sama ? bisa jadi, jika kita merasa organisasi atau kelompok kita lebih baik dari yang lain sehingga menimbulkan kesombongan.

 

الكِبْرُ بَطَرُ الحقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ (رواه مسلم

Kesombongan itu sikap menolak kebenaran dan melecehkan orang lain. (HR. Muslim).

Biasanya kesombongan akan dibumbui lagi sifat taqlid buta terhadap pemimpin atau aturan kelompok. Demi nama baik partai atau kelompok, sebaiknya korupsi ini ditutupi, dan sebagainya dan sebagainya (saking banyaknya). Luar biasanya kita demi nama baik kelompok, meninggalkan Syariah atau Aturan Allah !

 

Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah,” mereka menjawab: “(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami”. “(Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk?” (Al-Baqarah (2): 170).
Apakah hanya terjadi di partai politik ? tidak, kalo istilah ban bocor, di partai politik ini bocornya gede sehingga mudah untuk diketahui. Yang susah itu yang bocor alus, ndak kelihatan tahu-tahu kempes ! Seringkali kita mengikuti kajian komunitas atau kelompok keagamaan tertentu. Penginnya dapet ridho Allah, dapetnya malah ilmu tentang dunia ! Sedikit sekali yang meninggalkan keduniawian untuk Allah namun banyak orang berbondong-bondong mencari dunia.

Berkumpul dan berpisahlah karena Allah.

 

Terima kasih

Tulisan ini hanya pendapat pribadi dan bukan untuk diperdebatkan. Sekali lagi matur nuwun, mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan.

Wassalamu alaikum warrohmatullahi wabarokatuh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *