Apakah Surga untuk Orang Kaya ?

Pengajian Sekolah Manasik Umroh di Masjid Asy Syfa RS Dr Karyadi Semarang, 19 Desember 2013 oleh Ust H. Anwar Jufri LC

Assalamu alaikum warohmatullahi wabarokatuh

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa sallam bersabda

” Barangsiapa datang ke Masjidku (Nabawi), dia tidak mendatanginya kecuali dengan motivasi untuk mempelajari kebaikan tertentu atau dengan motivasi untuk mengajarkan kebaikan tertentu. Maka kedudukan dia seperti seorang pejuang di jalan Allah. Dan barangsiapa yang kedatangannya ke masjid Nabawi dengan motivasi selain itu, maka dia hanyalah seperti orang yang hanya sebatas melihat-lihat kekayaan orang lain” (HR. Ibnu Majah, dishahihkan Syeikh Al Albani Rahimahullah”.

Kebaikan-kebaikan itu antara lain :

  1. Islam
  2. Iman
  3. Ibadah
  4. Pahala
  5. Yang lebih Utama/Prioritas
  6. Harta
  7. Kesehatan
  8. Makanan
  9. dll

Diantara banyak kebaikan, salah satu yang sering disebut adalah Harta yang baik. Harta yang digunakan untuk kebaikan karena sesungguhnya dunia ini berisi 4 golongan :

1. Seseorang yang dikarunia i Harta yang banyak dan ilmu yang banyak dan kemudian harta dan ilmu digunakan untuk 3 hal yakni :

Sebagai modal untuk bertakwa kepada Allah

  • Untuk menyambung tali silaturahim
  • Untuk menunaikan Hak-hak Allah seperti Membayar Zakat, sedekah dll
  • Inilah golongan sebaik-baiknya manusia

2. Seseorang yang Dikarunia i Ilmu yang banyak namun tidak memiliki harta yang banyak. Namun golongan ini bercita-cita atau berkeinginan jika memiliki harta yang banyak akan berbuat seperti golongan yang pertama. Mendakwahkan ilmunya kepada banyak orang dsb. Walaupun jika ternyata sampai akhir hayatnya tidak tercapai, golongan ini mendapat pahala yang sama.

3. Seseorang yang diberi banyak harta namun diberi sedikit ilmu sehingga harta tersebut digunakan untuk berbuat dosa dan maksiat. Golongan ini adalah golongan yang sangat rendah di mata Allah.

4. Seseorang yang tidak dikarunia i harta yang banyak dan ilmu yang banyak. Celakanya golongan ini berkeinginan seperti golongan ke 3 yang akan berbuat dosa dan maksiat jika memiliki harta yang banyak. Naudzubillah min dzalik… Golongan ini juga memiliki kedudukan yang rendah di mata Allah.

Bagaimana menjadi Kaya ?

Ada sebuah cerita menarik ketika banyak sahabat yang tidak memiliki harta yang banyak, datang ke Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa sallam kemudian mengadu. “Ya Rasulullah,bagaimanakah kami bisa bersaing dalam kebajikan dengan saudara kita yang mempunyai harta yang banyak. Kami Sholat mereka juga sholat, kami puasa mereka juga puasa. Namun mereka mampu memerdekakan budak, mampu memberikan zakat dan sedekah yang sedemikian banyak. Hingga nampak bagi kami surga tertinggi (terbaik) itu sudah diborong semua oleh saudara kami yang kaya. Padahal kami juga ingin seperti mereka Ya Rasulullah.

Rasulullah tidak menyanggah pandangan dari para sahabat. Rasulullah kemudian memberikan amalan untuk para sahabat agar bisa menjadi kaya. Apa itu yaitu berdzikir setelah sholat.

  1. Subhanallah 33x, Maha Suci Allah dari segala prasangka yang tidak baik, dari prasangka kita bahwa Allah tidak adil karena ada yang kaya dan ada yang miskin. Segala sesuatunya karena kita sendiri.
  2. Alhamdulillah 33x, Segala Puji Bagi Allah Tuhan semesta Alam, Tuhan segala makhluk. Terimakasih telah memberikan banyak hal kepada kita. Intinya adalah tetap bersyukur atas semua karunia yang telah Allah berikan maupun yang belum di berikan.
  3. Allahu Akbar 33x,Allah Maha Besar. Tidak ada yang melebihi kebesaran Allah. Mintalah apa saja yang baik kepada Allah. Mintalah rejeki yang berlimpah dan berkah.

Segera setelah itu, para sahabat segera mengamalkan apa yang dinasihatkan Rasulullah. Melihat hal tersebut, para sahabat yang kaya melihat dan bertanya, ” Apa yang kalian lakukan ?” namun para sahabat yg miskin tidak menjawab. Para sahabat yang kaya tahu bahwa tidak ada sumber ilmu selain Rasulullah sehingga mereka mendatangi Rasulullah untuk bertanya tentang amalan yang dilakukan saudara mereka itu.

Rasulullah pun memberitahu mereka sehingga mereka melakukan hal yang sama dengan saudara yang lain. Hal ini tentunya menjadi pikiran, jika kita ingin mengejar mereka ternyata mereka berlari lebih maju lagi sehingga para sahabat yang miskin kembali mendatangi Rasulullah. ” Ya Rasulullah, Kami sudah melaksanakan yang engkau nasehatkan, namun saudara kami melakukan hal yang sama seperti kami.”” Bagaimana kami bisa seperti mereka ya Rasulullah ?”

Kemudian Rasulullah menjawab bahwa untuk menjadi sama seperti mereka maka belajarlah seperti mereka, penuhi hukum sunnah kauniyah nya. Kalo ingin kaya dari property belajarlah kepada sahabat yang sudah kaya melalui properti, kalau ingin kaya dari berdagang, belajarlah dari sahabat yang sudah kaya dari berdagang. Ikuti pola pikir dan keseharian mereka.

Jika kita belajar dengan benar Insya Allah akan seperti mereka.

demikian resume pengajian yang dapat saya sampaikan, jika ada kesalahan saya mohon maaf sebesar2nya.

Wasasalamu alaikum warohmatullahi wabarokatuh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *